Berikut 18 Ucapan Pede, Arogan, Dominan, Diktator, dari Seorang Louis van Gaal

Berikut 18 Ucapan Pede, Arogan, Dominan, Diktator, dari Seorang Louis van Gaal - Banyak yang bilang, sebelum ada sosok manajer seperti Jose Mourinho, Louis van Gaal adalah sosok yang seperti itu terlebih dulu: brilian sekaligus pede, arogan, dominan, dan lain-lain. Berikut ini sejumlah ucapan yang pernah keluar dari mulut pria Belanda berusia 62 tahun itu.

Louis van Gaal

1. "Aku tahu, aku pelatih yang sangat baik."

2. "Ini apakah aku yang terlalu pintar, atau Anda yang kelewat bodoh?"
(Suatu ketika menjawab pertanyaan seorang wartawan)

3. "Selamat atas keberhasilannya merekrut pelatih terbaik di dunia."
(Kepada seorang petinggi Ajax, setelah meneken kontrak pertamanya sebagai pelatih).

4."Tak ada lagi yang perlu dipelajari oleh Louis van Gaal."
(Bicara tentang dirinya sendiri di tahun 2001. Setahun kemudian dia gagal meloloskan timnas Belanda ke Piala Dunia).

5. "Tidak. Sudah barang tentu akulah yang ideal."
(Saat ditanya apakah Eric Gerets orang yang ideal untuk melatih Belgia).

6."Sikap hidup orang-orang Bavaria sangat cocok buatku. Kenapa? Motto Bayern adalah Mia san Mia: 'Kita adalah Kita', 'Aku adalah Aku'. Percaya diri, arogan, dominan, jujur, bekerja keras, dan inovatif."
(Dalam jumpa pers pertamanya sebagai pelatih Bayern Munich)

7."Dalam enam tahun aku telah mencapai kesuksesan lebih banyak daripada Barcelona dalam 100 tahun."
(Setelah ditunjuk sebagai pelatih Barcelona di tahun 1997).

8. "Aku menandatangani kontrak dengan timnas Belanda sampai 2006. Jadi aku bisa memenangi Piala Dunia, tidak satu melainkan dua."
(Ucapan di tahun 2000 Dia bahkan gagal meloloskan negaranya ke Piala Dunia 2002, dan kemudian mundur)

9. "Guardiola mengikuti filosofi Van Gaal. Jadi, aku tidak heran kalau Bayern merekrut Guardiola. Bayern selalu merekrut manajer-manajer terbaik."

10. "Jika aku merasa membuat kesalahan, itu bisa membuatku susah tidur malam. Tapi yang itu sangat jarang terjadi."

11. "Aku bukan pelatih yang ke bursa transfer dan membeli pemain. Aku pelatih yang ingin – dan bisa – meningkatkan kemampuan para pemain."

12. "Aku ya seperti ini, dan sikapku bukan yang gampangan. Tapi aku tidak ingin mengubah kepribadianku hanya karena sebagian orang menghendakinya."

13. "Lari itu untuk hewan. Anda butuh otak dan bola untuk bermain sepakbola."

14."Aku hampir menangis setiap hari. Ada saja yang selalu menyentuh (perasaanku)."

15. "Aku tak pernah pakai celana legging seperti Robben. Aku tak pernah kedinginan karena darahku saja sudah panas. Istriku juga bilang kayak begitu. Kami selalu tidur berdekapan."

16. "Kalau kamu mau, silakan saja."
(Setelah seorang wartawan bertanya pada Van Gaal, apakah dia ingin memberi selamat pada Ronald Koeman yang membawa PSV Eindhoven menjuarai Eredivisie).

17. "Aku berharap hasrat untuk menang itu lebih besar daripada keletihan itu sendiri. Tapi raga itu tidaklah sekuat pikiran. Dan kita mungkin punya beberapa pengecut di tim ini."
(Menjelang sebuah pertandingan Piala Jerman, bersama Bayern)

18. "Teman-teman pers sekalian, saya pergi. Selamat!"
(Setelah mundur sebagai pelatih Barcelona).